Tampilkan postingan dengan label random rambling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random rambling. Tampilkan semua postingan

20 Feb 2014

20 Februari Kedua

Daisypath Anniversary tickers
" I'm thankful for this moment cause I know that I
Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When he ache his arms to hold me tight
When he picks up lines to make me laugh
When he's getting lost in all his calls
When we can't wait to say : 'I love you' "



4 Jan 2014

New Year's Wish


So here we are. Menapaki bilangan baru pada masa revolusi bumi kali ini. 2013 memberi saya banyak petualangan baru,dalam proses pendewasaan saya dan juga dalam kehidupan jalan-jalan saya. Tuhan mengijinkan saya mengunjungi tempat-tempat yang baru,menyapa kembali tempat yang pernah saya kunjungi,dan semoga 2014 memberi saya banyak waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang lain. Tuhan pun mengijinkan saya untuk memahami tentang perasaan dan sangkut-pautnya dalam kehidupan saya. Meskipun dengan sedikit tertatih-tatih. Saya belum terlalu mahir,saya masih tenggelam dengan perasaan-perasaan absurd yang sedang saya coba untuk kendalikan.


Sungguh mengharapkan 2014 berbaik hati kepada saya.

16 Nov 2013

Selamat Hari Kue Tart!

(Balekambang,Maret 2012)

Hi there! Happy birthday!!! 
Thank you for being a constant support for me,a shoulder to cry on,the only best friend when friendship don't pan out. When I'm angry to the world. And thank you for always be there for good times too! To be my travel buddy! 

Aku tahu kamu tidak terlalu menyukai segala tetek bengek ulang tahun. Jadi,aku hanya mengedit foto ini semalam,dan mengirimnya tadi pagi. Dan aku juga tahu kamu tidak pernah mau mengangkat telponku kecuali aku memintamu untuk itu. Jadi,cuma foto dan voicenote yang bisa mewakili keberadaanku disana. :)

Sekali lagi,Happy birthday!! 

19 Okt 2013

Selama 16 menit 47 detik itu..

Ba’da maghrib menjelang isya’,Selasa 15 Oktober yang bertepatan dengan 10 Dzulhijah 1434 H,di tengah suasana hangat Surabaya,seseorang berbaik hati memperdengarkan suaranya kepada saya. Setelah siangnya kami sempat beradu argumen yang kemudian membuat saya enggan berbicara dengannya ketika itu. Tentang hal remeh yang kemudian membuat saya jadi lebih sensitif daripada layar smartphone keluaran terbaru. Lalu dengan tulus demi mengembalikan mood saya (sepertinya begitu niatnya),seseorang itu menawari saya untuk memperdengarkan suaranya ketika mengaji. Saya lalu mengiyakannya. Dengan harapan mood saya akan membaik setelah itu.

Dan disanalah kami. Pada masing-masing ruang yang berbeda namun pada waktu yang sama. Indonesia bagian barat. Terpisah jarak +90 Km. Tidak terlalu jauh,dan sinyal telepon masih cukup bersahabat. Kecuali pada waktu-waktu tertentu ketika server messenger sedang lumpuh. Jadi saya mulai memasang headset pada telinga saya. Bersiap untuk mendengarkan suaranya via telepon. Tadinya saya sibuk main Zuma sambil menyalakan musik dari laptop. Kemudian saya segera mematikan musik dari Winamp,mematikan game saya yang baru setengah permainan,dan mematikan kipas angin kecil saya yang bunyi baling-balingnya mulai berisik.

Lalu dia mulai membaca ayat-ayat suci di tiap baris yang ada pada kitab yang suci pula di depannya. Suaranya tanpa ragu. Mantap. Meskipun ada beberapa kata yang kurang tepat,dia mengulanginya dengan suara yang sama mantapnya. Saya merinding sekaligus berdebar-debar mendengarkannya. Saya mencari-cari opsi untuk merekam suaranya di handphone saya,tapi nihil. Maklum HP jelek. Saya melirik jam di HP saya sebentar-sebentar,berharap waktu berjalan lebih lambat. Saya mulai berkeringat. Kepanasan. Bukan karena saya setan! Tapi karena kipas yang saya matikan tadi. Saya eman sekali untuk menyalakan kipas lagi. Mending saya kepanasan biar suara ngajinya jadi jelas. Saya nikmati suaranya,saya membukakan telinga lebar-lebar pada ayat-ayat suci yang dia perdengarkan. Saya langsung teringat Al-Qur’an pemberiannya yang belakangan jarang saya baca. Astaghfirullah. Saya berkata pada diri saya sendiri untuk mengaji lebih rajin lagi.

16 Okt 2013

That's why I still use Bloglovin'

via
Saya punya satu lagi tempat favorit untuk membaca. Blog khususnya. Bloglovin'. Sebuah tempat praktis untuk mem-follow blog,membaca,me-like artikel-artikel disana. Ada puluhan ribu blog yang disortir ke dalam banyak kategori,dan ada peringkat yang selalu up to date untuk mengetahui blog-blog mana saja yang paling banyak dibaca dan paling banyak followers-nya.

Saya menjadi member disana beberapa lama sebelum terjadi perpindahan massal para pengguna dari Google Reader ke Bloglovin' awal bulan Juli lalu. Daaaann..sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi pada 04 Oktober kemarin. Saya memilih opsi untuk menerima email setiap hari berisi tentang pemberitahuan postingan terbaru dari blog-blog yang saya ikuti. Tapi pada hari itu,semua postingan terbaru yang ada di depan saya tiba-tiba hilang. Padahal 20 menit sebelumnya saya menrima notifikasi via email. Saya diarahkan untuk log out. Nah ketika saya coba log in lagi,blog-blog yang saya follow ikutan hilang musnah!

Waduh..waduh..saya utak atik terus akun saya,hasilnya nihil. Lalu saya coba sign up dan bikin akun baru. Karena itu,ada postingan "Hello!" sebelum tulisan ini. Postingan seperti itu ada karena saya harus mengklaim blog saya ketika sign up. Malah mbingungi juga. Putus asa,saya coba cari-cari pertolongan di help section-nya. Saya cari artikel yang mirip sama masalah saya. Tapi nggak ada!
Yahh..akhirnya saya kirim email ke Bloglovin'-nya. Dengan bahasa Inggris terbata-bata,saya coba ceritakan kesulitan saya. Dan dengan meniadakan harapan bahwa email saya akan dibalas dengan respon cepat.

6 Jul 2013

Long Time No Read



Koleksi Saya :)
Stay cool on my desk.

Sibuk dan lelah di saat yang bersamaan,membuat saya lupa pada hobi lama saya : membaca.
Ada sedikit tumpukan buku di rumah yang saya abaikan. 
Bahkan ketika lelah,butuh hiburan instan,dan saya tidak punya agenda untuk liburan atau sekedar roadtrip bersama abang,perasaan senang ketika berjalan-jalan di dalam sebuah toko buku pun tidak muncul dalam bayangan saya.
I don't know..maybe I'm just tired..






Follow on Bloglovin

20 Feb 2013

20 Februari



Dulu sekali,saya selalu pingin punya pacar yang dekatnya kayak sahabatan,sama orang romantis yang cakep,baik hati dan bisa awet bertahun-tahun. Banyak maunya memang iya. Saya tipe perfeksionis. Tapi kenyataannya,tidak ada orang yang seperti itu. Tidak ada orang yang sempurna,tapi masih banyak orang baik. Salah satunya yang Tuhan ijinkan untuk bertemu dengan saya di hari itu. 

14 Maret 2011. Saya dateng pagi-pagi ke kantor saya yang sekarang  untuk interview. Sebagai calon pegawai baru,saya masih nggak PD juga kalau ada pegawai lama yang kebetulan lewat dekat saya. Saya masih nggak paham,ini kesialan atau keberuntungan buat abang yang lagi serius kerja di seberang saya yang tertohok matanya dengan kehadiran saya. Dan dia bilang waktu itu saya cuma ngelirik ke dia. Lirikan ini kemudian berbuntut panjang. Sepanjang film india yang ceritanya sedih dan yang main Shah Rukh Khan. Dan berbulan-bulan setelah itu saya melihat perjuangannya dengan mata kepala saya. Tapi mata hati saya sengaja membutakan dirinya. Saya sendiri bukan tipe orang yang gampang falling in love. Dan waktu itu memang saya lagi pingin sendiri aja dulu. Saya menelan bulat-bulat rasa iba saya pada abang untuk semua perhatiannya yang sengaja saya balas dengan sesuatu yang selalu tidak ramah. Saya nggak mau menjatuhkan hati saya pada seseorang dengan alasan “kasihan”.
Saya menahan diri untuk bersabar menunggu perasaan itu datang pada waktu yang tepat


15 Feb 2013

Menuwir :D







Hello world! And hello again February 14th!
Wow! This is my day! 14 Februari ke-22  dalam hidup saya. Mostly,I have to thank God for everything in my life.

Terima kasih untuk sms tengah malam dari abang,persis seperti yang abang lakukan tahun lalu. Untuk telepon abang pagi-pagi yang saya sebut sebagai serangan fajar. Untuk teman-teman yang bela-belain kasih kejutan sore harinya pakai bawa-bawa cupcake spongebob 4 biji plus lilin 22 nya. Untuk ibu yang rela menerima 19 jahitan karena melahirkan saya dalam keadaan sungsang 22 tahun lalu,dan untuk semua sayang,cinta kasih,marah,tangisnya sepanjang ini pula. Untuk semua hati yang peduli kepada saya,untuk lengan-lengan hangat yang menemani saya,dan pasti untuk semua kebahagiaan yang pernah ada

This is a great feeeling! Ada di hari ulang tahunmu yang sudah kamu impikan bertahun-tahun sebelumnya. Lalu melihat sendiri apakah mimpi itu terwujud. Ya,saya pernah membayangkan hari ini. Jadi dewasa,lulus sekolah,meraih cita-cita saya saat itu. Keadaan mungkin tidak sama persis seperti waktu itu,tapi ada beberapa hal yang berubah jadi lebih baik. Dan semua hal patut disyukuri. Positif dan negatif. Apapun itu. Meskipun ngelakuinnya nggak segampang ini juga.
We can not choose where we come from,but we can choose where we go from there*
Saya berusaha untuk pergi ke arah positif. Jadi orang yang lebih baik dari sekarang. Better man.



(*)Quote dari film “The Perks of Being a Wallflower”

26 Des 2012

Dandelion Field In a Dream



Ketika kehidupan nyata sudah terlalu membuat saya merasa palsu untuk terus-menerus bersikap realistis,saya memutuskan pergi ke tempat ini. Favorit saya. Satu dari beberapa yang saya cita-citakan untuk saya kunjungi sebelum saya mati. Satu dari banyak mimpi-mimpi saya tentang tempat-tempat penuh damai dan menenangkan.

Bayangkan seperti ini : hari itu hari libur,dari bangun tidur selama sepanjang hari itu tidak akan ada bunyi handphone. Tidak ada cek e-mail,tidak ada mention twitter,tidak ada notification facebook,dan pasti tidak ada panggilan kerja dadakan di hari itu. Putus sementara dari dunia luar. Kita hanya akan berteman dengan ketenangan hari itu. Lalu jauh dari kemacetan jalan raya atau suasana perkotaan yang bising,ada sebuah padang rumput yang sangat-sangat-sangat luas. Ini bukan taman,so there will be no park bench here. Beberapa rumput masih basah ujungnya karena embun pagi,jadi kita bertelanjang kaki berjalan-jalan di padang rumput itu. Udaranya sejuk. Semakin meninggi sang matahari,warna yang ada tak lagi hanya hijau. Di beberapa tempat ada kumpulan ilalang setinggi pinggang yang menari-nari lemah-lembut mengikuti arah angin. Lalu ada banyak bunga liar warna-warni juga. Oh ya! Dan disana ada dandelion,berkoloni warna kuning dan putih. Bahkan hanya memandang kumpulan warna putihnya saja,saya merasa damai.

Sama seperti kemarin,ketika saya akhirnya menemukan dandelion itu. Seperti mimpi yang berubah jadi nyata. Saya bertanya-tanya kapan saya bisa menemukan bunga liar ini. Lalu saya menemukannya di tepi jalan setapak di Batu. Tidak jauh dari tempat saya berhenti di pinggir jalan untuk foto-foto di perjalanan pulang. Bahkan diantara rumput liar,ia tumbuh sendirian bersama beberapa dandelion kuning. Ia rawan sekali untuk terinjak di tempat seperti itu. Tapi ia terlihat begitu tough. I ever been like them. Those dandelions. Ketika mimpi saya meneruskan kuliah tertunda,saya harus rela melihat teman-teman se-angkatan saya sibuk mempersiapkan kuliah. Ketika mereka sibuk beradaptasi dengan lingkungan baru,saya sibuk kirim lamaran kesana-kemari. Bahkan di keadaan itu,saya sempat bersumpah dan beranda-andai di waktu yang sama. Andai saya bisa kuliah,saya rela menggadaikan kehidupan remaja ‘normal’ saya untuk segera mengenakan toga. Tapi tak pernah ada saat seperti itu. Mungkin belum datang kesempatan seperti itu. Lalu saya memupuk harapan lebih tinggi lagi,saya akan kuliah dengan hasil keringat saya sendiri. Ini akan terdengar jauh lebih baik ketimbang mereka yang bisa dikuliahakan orang tuanya,tapi sibuk update status susahnya kuliah.

Di tahun-tahun itu pula saya sibuk me-mati rasa-kan hati saya. Hidup dan segala susah payahnya hanya untuk saya tanggung sendiri,tak perlu membaginya dengan orang lain yang kemudian akan pergi juga. Pun begitu dengan kebahagiaan. Saya tak pernah percaya orang baik akan datang dan menemani saya. Sometimes you have to be your own hero. Lalu tahun-tahun berjalan,berlalu dengan banyak bocah laki-laki yang patah hati,dengan saya sendiri yang berakhir patah hati juga karena belum bisa kuliah.
Kembali ke dandelion. Saya pertama melihatnya hanya di gambar-gambar Tumblr. Lalu di wallpaper Samsung S III yang belakangan muncul dan nge-hit. Diam-diam saya sering googling dimana saya bisa lihat dandelion. Dan terang-terangan juga saya bertanya ke abang. Lalu perjalanan kali itu menuntun saya menemukan bunga impian saya. It is a dream come true! It really is! Menggenggamnya lalu terasa tenang,ya..I always wanna be like you. Ini yang selalu saya tunggu-tunggu juga! Meniup kelopak-kelopaknya. Konon,kelopak-kelopak yang juga bijinya yang terlepas ini akan terbang dan tumbuh di tempat ia hinggap sebagai bunga dandelion baru. Dengan kekuatan yang sama tegarnya. Dan meskipun ia tumbuh dimana kaki manusia bisa menginjaknya,tapi ia akan tetap seperti itu. Kuat dan cantik.

22 Des 2012

Catatan Kecil Berwarna Pink Untuk Ibu


Hari ini saya sama sekali nggak tahu tanggal berapa. Dan rutinitas pagi setelah tersadar  adalah ngeraba-ngeraba kasur sambil masih merem-merem nyari BB lalu baca update status BBM teman-teman di kontak. Kok pada rame pasang foto sama mamanya semua sih?. Detik-detik berikutnya,saya baru menyadari tanggal berapa ini. Oh..22 Desember sudah. Hari ini hari Ibu. Ada yang kurang pagi ini. Tidak ada suara Ibu ngebangunin saya sambil ngomel-ngomel seperti biasa. Hehehe.

27 Nov 2012

My Favorite : Bright Blue Sky












Memimpikan beberapa hari libur dengan pemandangan-pemandangan seperti di atas..
kapan yaa..?


source : google,we heart it,tumblr

1 Nov 2012

#NovemberWish


Oktober sudah pergi,dan November kini datang..
aku hanya berharap segalanya segera membaik di hidupmu,hidupku,dan di hidup kita..
Allah never sleep.. :)



25 Feb 2012

As Light As a Cloud




Sebagai seorang yang awalnya terlahir sebagai anak tunggal,saya merasa kesepian. Saya mendambakan hadirnya seorang saudara yang lebih tua untuk jadi tandem saya. Tapi saat usia saya delapan tahun,Tuhan mengirimkan seorang adik kepada saya. Oke,cukup meredam rasa kesepian saya. Mungkin karena awalnya saya lebih kepingin punya kakak daripada adik,lalu saya merindukan sosok ngemong itu datang pada hidup saya.

Ada banyak kakak sepupu yang cowok dan teman-teman cowok yang bisa dijadikan tandem,tapi rasanya bisa melewati batas privasi mereka sebagai makhluk yang juga butuh sosok perempuan (baca : pacar),jadinya nggak maksimal saya memanfaatkan fungsi mereka (jahat ya kata-katanya?hehehe). Saya selalu kalah sama pacar sepupu-sepupu saya,begitu juga dengan teman-teman..sungkan.
Lalu setahun belakangan saya merasa nemu sosok itu. Awalnya saya sama sekali nggak welcome dengan kehadirannya. Sayapun awalnya cuma menganggap sebagai kakak saja,karena dia pernah bilang ke saya kalau dia kehilangan adiknya. Pikir saya waktu itu,impas. Saya butuh kakak,dan dia juga mungkin kangen adiknya. Tapi lama-kelamaan,dari curhat-curhatan,dari tukar opini,minta pendapatnya,saya jadi nyambung dengan orang ini.

18 Feb 2012

Welcome To 20 Something



Nasi kuning tiap 14 Februari,kue yg aku buat untuk diriku sendiri,doa ayah-ibu,rasanya sudah lebih dari cukup. Andai tidak ada facebook callendar,mungkin teman-temanmu tak akan membanjiri inboxmu dengan ucapan selamat. Lalu,satu sms ajaib di tengah malam rasanya jadi moodbooster seharian itu.

Aku hanya ingin jadi seseorang yg lebih baik di tiap hariku. Memaknai tiap tahun yang sudah lewat dengan terus berusaha jadi lebih baik,mengurangi keburukan yang ada di dalam. 
Selalu dalam lindungan-Nya,tak pernah ada kesedihan,and I ask God to shower my life with happiness.

Tapi itu tidak adil,kesedihan,kesulitan,kegagalan yg Dia berikan untuk membuka mata,hati dan pikiranmu untuk melihat,berpikir,dan merasa lebih baik,maka happiness itu akan selalu ada di hidupmu.
Terima kasih untuk 21 tahun yang sudah terlewati,semoga Allah selalu meridhoi segalanya yang akan datang.
Amiiiin..