Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

29 Des 2014

Tentang Perubahan (1)

ariantifebi.blogspot.com

Aku masih ingat tentang matahari terbit yang kami saksikan di pantai berpasir putih ketika itu. Angin berhembus membawa aroma asin air laut kala langit dipenuhi semburat jingga cerah. Telingaku sepertinya bahagia mendengar suara ombak yang berkali-kali datang menabrak karang. Aku berusaha menikmati tiap detik yang bisa kulalui di sana. Air laut yang tidak terasa dingin di telapak kakiku,hijaunya lumut menyerupai karpet  yang menutupi bebatuan karang di sana,dan perasaan tenang karena aku memiliki beberapa teman yang berbagi kenangan yang sama denganku.  Itu salah satu favoritku. Yang kemudian terasa begitu menyesakkan untuk diingat hingga tersungkur sendiri di atas sajadah menangisi kesendirian itu. Banyak hal terjadi jauh setelah road trip itu berakhir. Segalanya tak lagi sama. Tentang peristiwa di sekitarku,tentang mereka yang mematahkan sayapku.  Yahh..ini seperti tamparan keras di pipiku.

4 Jan 2014

New Year's Wish


So here we are. Menapaki bilangan baru pada masa revolusi bumi kali ini. 2013 memberi saya banyak petualangan baru,dalam proses pendewasaan saya dan juga dalam kehidupan jalan-jalan saya. Tuhan mengijinkan saya mengunjungi tempat-tempat yang baru,menyapa kembali tempat yang pernah saya kunjungi,dan semoga 2014 memberi saya banyak waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang lain. Tuhan pun mengijinkan saya untuk memahami tentang perasaan dan sangkut-pautnya dalam kehidupan saya. Meskipun dengan sedikit tertatih-tatih. Saya belum terlalu mahir,saya masih tenggelam dengan perasaan-perasaan absurd yang sedang saya coba untuk kendalikan.


Sungguh mengharapkan 2014 berbaik hati kepada saya.

19 Okt 2013

Selama 16 menit 47 detik itu..

Ba’da maghrib menjelang isya’,Selasa 15 Oktober yang bertepatan dengan 10 Dzulhijah 1434 H,di tengah suasana hangat Surabaya,seseorang berbaik hati memperdengarkan suaranya kepada saya. Setelah siangnya kami sempat beradu argumen yang kemudian membuat saya enggan berbicara dengannya ketika itu. Tentang hal remeh yang kemudian membuat saya jadi lebih sensitif daripada layar smartphone keluaran terbaru. Lalu dengan tulus demi mengembalikan mood saya (sepertinya begitu niatnya),seseorang itu menawari saya untuk memperdengarkan suaranya ketika mengaji. Saya lalu mengiyakannya. Dengan harapan mood saya akan membaik setelah itu.

Dan disanalah kami. Pada masing-masing ruang yang berbeda namun pada waktu yang sama. Indonesia bagian barat. Terpisah jarak +90 Km. Tidak terlalu jauh,dan sinyal telepon masih cukup bersahabat. Kecuali pada waktu-waktu tertentu ketika server messenger sedang lumpuh. Jadi saya mulai memasang headset pada telinga saya. Bersiap untuk mendengarkan suaranya via telepon. Tadinya saya sibuk main Zuma sambil menyalakan musik dari laptop. Kemudian saya segera mematikan musik dari Winamp,mematikan game saya yang baru setengah permainan,dan mematikan kipas angin kecil saya yang bunyi baling-balingnya mulai berisik.

Lalu dia mulai membaca ayat-ayat suci di tiap baris yang ada pada kitab yang suci pula di depannya. Suaranya tanpa ragu. Mantap. Meskipun ada beberapa kata yang kurang tepat,dia mengulanginya dengan suara yang sama mantapnya. Saya merinding sekaligus berdebar-debar mendengarkannya. Saya mencari-cari opsi untuk merekam suaranya di handphone saya,tapi nihil. Maklum HP jelek. Saya melirik jam di HP saya sebentar-sebentar,berharap waktu berjalan lebih lambat. Saya mulai berkeringat. Kepanasan. Bukan karena saya setan! Tapi karena kipas yang saya matikan tadi. Saya eman sekali untuk menyalakan kipas lagi. Mending saya kepanasan biar suara ngajinya jadi jelas. Saya nikmati suaranya,saya membukakan telinga lebar-lebar pada ayat-ayat suci yang dia perdengarkan. Saya langsung teringat Al-Qur’an pemberiannya yang belakangan jarang saya baca. Astaghfirullah. Saya berkata pada diri saya sendiri untuk mengaji lebih rajin lagi.

15 Feb 2013

Menuwir :D







Hello world! And hello again February 14th!
Wow! This is my day! 14 Februari ke-22  dalam hidup saya. Mostly,I have to thank God for everything in my life.

Terima kasih untuk sms tengah malam dari abang,persis seperti yang abang lakukan tahun lalu. Untuk telepon abang pagi-pagi yang saya sebut sebagai serangan fajar. Untuk teman-teman yang bela-belain kasih kejutan sore harinya pakai bawa-bawa cupcake spongebob 4 biji plus lilin 22 nya. Untuk ibu yang rela menerima 19 jahitan karena melahirkan saya dalam keadaan sungsang 22 tahun lalu,dan untuk semua sayang,cinta kasih,marah,tangisnya sepanjang ini pula. Untuk semua hati yang peduli kepada saya,untuk lengan-lengan hangat yang menemani saya,dan pasti untuk semua kebahagiaan yang pernah ada

This is a great feeeling! Ada di hari ulang tahunmu yang sudah kamu impikan bertahun-tahun sebelumnya. Lalu melihat sendiri apakah mimpi itu terwujud. Ya,saya pernah membayangkan hari ini. Jadi dewasa,lulus sekolah,meraih cita-cita saya saat itu. Keadaan mungkin tidak sama persis seperti waktu itu,tapi ada beberapa hal yang berubah jadi lebih baik. Dan semua hal patut disyukuri. Positif dan negatif. Apapun itu. Meskipun ngelakuinnya nggak segampang ini juga.
We can not choose where we come from,but we can choose where we go from there*
Saya berusaha untuk pergi ke arah positif. Jadi orang yang lebih baik dari sekarang. Better man.



(*)Quote dari film “The Perks of Being a Wallflower”