Tampilkan postingan dengan label me and him. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label me and him. Tampilkan semua postingan

24 Feb 2014

A Trip For February 20th

Bangun pagi di hari Minggu,
Bersiap untuk berangkat ke tempat favoritku itu lagi denganmu,
Aku menyukai pemandangan di sepanjang perjalanan itu,tapi kau selalu membuatku untuk berpegangan erat pada bahumu ketika kau membiarkan motormu melaju lebih cepat saat melalui turunan,
Dan kaupun akan tertawa senang melihatku seperti itu!

20 Feb 2014

20 Februari Kedua

Daisypath Anniversary tickers
" I'm thankful for this moment cause I know that I
Grow a day older and see how this sentimental fool can be
When he ache his arms to hold me tight
When he picks up lines to make me laugh
When he's getting lost in all his calls
When we can't wait to say : 'I love you' "



16 Nov 2013

Selamat Hari Kue Tart!

(Balekambang,Maret 2012)

Hi there! Happy birthday!!! 
Thank you for being a constant support for me,a shoulder to cry on,the only best friend when friendship don't pan out. When I'm angry to the world. And thank you for always be there for good times too! To be my travel buddy! 

Aku tahu kamu tidak terlalu menyukai segala tetek bengek ulang tahun. Jadi,aku hanya mengedit foto ini semalam,dan mengirimnya tadi pagi. Dan aku juga tahu kamu tidak pernah mau mengangkat telponku kecuali aku memintamu untuk itu. Jadi,cuma foto dan voicenote yang bisa mewakili keberadaanku disana. :)

Sekali lagi,Happy birthday!! 

19 Okt 2013

Selama 16 menit 47 detik itu..

Ba’da maghrib menjelang isya’,Selasa 15 Oktober yang bertepatan dengan 10 Dzulhijah 1434 H,di tengah suasana hangat Surabaya,seseorang berbaik hati memperdengarkan suaranya kepada saya. Setelah siangnya kami sempat beradu argumen yang kemudian membuat saya enggan berbicara dengannya ketika itu. Tentang hal remeh yang kemudian membuat saya jadi lebih sensitif daripada layar smartphone keluaran terbaru. Lalu dengan tulus demi mengembalikan mood saya (sepertinya begitu niatnya),seseorang itu menawari saya untuk memperdengarkan suaranya ketika mengaji. Saya lalu mengiyakannya. Dengan harapan mood saya akan membaik setelah itu.

Dan disanalah kami. Pada masing-masing ruang yang berbeda namun pada waktu yang sama. Indonesia bagian barat. Terpisah jarak +90 Km. Tidak terlalu jauh,dan sinyal telepon masih cukup bersahabat. Kecuali pada waktu-waktu tertentu ketika server messenger sedang lumpuh. Jadi saya mulai memasang headset pada telinga saya. Bersiap untuk mendengarkan suaranya via telepon. Tadinya saya sibuk main Zuma sambil menyalakan musik dari laptop. Kemudian saya segera mematikan musik dari Winamp,mematikan game saya yang baru setengah permainan,dan mematikan kipas angin kecil saya yang bunyi baling-balingnya mulai berisik.

Lalu dia mulai membaca ayat-ayat suci di tiap baris yang ada pada kitab yang suci pula di depannya. Suaranya tanpa ragu. Mantap. Meskipun ada beberapa kata yang kurang tepat,dia mengulanginya dengan suara yang sama mantapnya. Saya merinding sekaligus berdebar-debar mendengarkannya. Saya mencari-cari opsi untuk merekam suaranya di handphone saya,tapi nihil. Maklum HP jelek. Saya melirik jam di HP saya sebentar-sebentar,berharap waktu berjalan lebih lambat. Saya mulai berkeringat. Kepanasan. Bukan karena saya setan! Tapi karena kipas yang saya matikan tadi. Saya eman sekali untuk menyalakan kipas lagi. Mending saya kepanasan biar suara ngajinya jadi jelas. Saya nikmati suaranya,saya membukakan telinga lebar-lebar pada ayat-ayat suci yang dia perdengarkan. Saya langsung teringat Al-Qur’an pemberiannya yang belakangan jarang saya baca. Astaghfirullah. Saya berkata pada diri saya sendiri untuk mengaji lebih rajin lagi.

20 Agu 2013

547


Dear R,
kamu tahu kita bukan Summer Finn dan Tom Hansen yang hanya berkisah selama 500 hari saja,
dan lihat sendiri,nyatanya kisah kita lebih panjang dari punya mereka..
terima kasih untuk semuanya yang pernah dan akan ada..
love always..

*PS : aku cukup kreatif untuk menyusun permen-permen pemberian ibumu menjadi sesuatu yang lain,bukan? hihihi..





Follow on Bloglovin

20 Feb 2013

20 Februari



Dulu sekali,saya selalu pingin punya pacar yang dekatnya kayak sahabatan,sama orang romantis yang cakep,baik hati dan bisa awet bertahun-tahun. Banyak maunya memang iya. Saya tipe perfeksionis. Tapi kenyataannya,tidak ada orang yang seperti itu. Tidak ada orang yang sempurna,tapi masih banyak orang baik. Salah satunya yang Tuhan ijinkan untuk bertemu dengan saya di hari itu. 

14 Maret 2011. Saya dateng pagi-pagi ke kantor saya yang sekarang  untuk interview. Sebagai calon pegawai baru,saya masih nggak PD juga kalau ada pegawai lama yang kebetulan lewat dekat saya. Saya masih nggak paham,ini kesialan atau keberuntungan buat abang yang lagi serius kerja di seberang saya yang tertohok matanya dengan kehadiran saya. Dan dia bilang waktu itu saya cuma ngelirik ke dia. Lirikan ini kemudian berbuntut panjang. Sepanjang film india yang ceritanya sedih dan yang main Shah Rukh Khan. Dan berbulan-bulan setelah itu saya melihat perjuangannya dengan mata kepala saya. Tapi mata hati saya sengaja membutakan dirinya. Saya sendiri bukan tipe orang yang gampang falling in love. Dan waktu itu memang saya lagi pingin sendiri aja dulu. Saya menelan bulat-bulat rasa iba saya pada abang untuk semua perhatiannya yang sengaja saya balas dengan sesuatu yang selalu tidak ramah. Saya nggak mau menjatuhkan hati saya pada seseorang dengan alasan “kasihan”.
Saya menahan diri untuk bersabar menunggu perasaan itu datang pada waktu yang tepat


25 Feb 2012

As Light As a Cloud




Sebagai seorang yang awalnya terlahir sebagai anak tunggal,saya merasa kesepian. Saya mendambakan hadirnya seorang saudara yang lebih tua untuk jadi tandem saya. Tapi saat usia saya delapan tahun,Tuhan mengirimkan seorang adik kepada saya. Oke,cukup meredam rasa kesepian saya. Mungkin karena awalnya saya lebih kepingin punya kakak daripada adik,lalu saya merindukan sosok ngemong itu datang pada hidup saya.

Ada banyak kakak sepupu yang cowok dan teman-teman cowok yang bisa dijadikan tandem,tapi rasanya bisa melewati batas privasi mereka sebagai makhluk yang juga butuh sosok perempuan (baca : pacar),jadinya nggak maksimal saya memanfaatkan fungsi mereka (jahat ya kata-katanya?hehehe). Saya selalu kalah sama pacar sepupu-sepupu saya,begitu juga dengan teman-teman..sungkan.
Lalu setahun belakangan saya merasa nemu sosok itu. Awalnya saya sama sekali nggak welcome dengan kehadirannya. Sayapun awalnya cuma menganggap sebagai kakak saja,karena dia pernah bilang ke saya kalau dia kehilangan adiknya. Pikir saya waktu itu,impas. Saya butuh kakak,dan dia juga mungkin kangen adiknya. Tapi lama-kelamaan,dari curhat-curhatan,dari tukar opini,minta pendapatnya,saya jadi nyambung dengan orang ini.