Tampilkan postingan dengan label note to self. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label note to self. Tampilkan semua postingan

29 Des 2014

Tentang Perubahan (1)

ariantifebi.blogspot.com

Aku masih ingat tentang matahari terbit yang kami saksikan di pantai berpasir putih ketika itu. Angin berhembus membawa aroma asin air laut kala langit dipenuhi semburat jingga cerah. Telingaku sepertinya bahagia mendengar suara ombak yang berkali-kali datang menabrak karang. Aku berusaha menikmati tiap detik yang bisa kulalui di sana. Air laut yang tidak terasa dingin di telapak kakiku,hijaunya lumut menyerupai karpet  yang menutupi bebatuan karang di sana,dan perasaan tenang karena aku memiliki beberapa teman yang berbagi kenangan yang sama denganku.  Itu salah satu favoritku. Yang kemudian terasa begitu menyesakkan untuk diingat hingga tersungkur sendiri di atas sajadah menangisi kesendirian itu. Banyak hal terjadi jauh setelah road trip itu berakhir. Segalanya tak lagi sama. Tentang peristiwa di sekitarku,tentang mereka yang mematahkan sayapku.  Yahh..ini seperti tamparan keras di pipiku.

20 Feb 2013

20 Februari



Dulu sekali,saya selalu pingin punya pacar yang dekatnya kayak sahabatan,sama orang romantis yang cakep,baik hati dan bisa awet bertahun-tahun. Banyak maunya memang iya. Saya tipe perfeksionis. Tapi kenyataannya,tidak ada orang yang seperti itu. Tidak ada orang yang sempurna,tapi masih banyak orang baik. Salah satunya yang Tuhan ijinkan untuk bertemu dengan saya di hari itu. 

14 Maret 2011. Saya dateng pagi-pagi ke kantor saya yang sekarang  untuk interview. Sebagai calon pegawai baru,saya masih nggak PD juga kalau ada pegawai lama yang kebetulan lewat dekat saya. Saya masih nggak paham,ini kesialan atau keberuntungan buat abang yang lagi serius kerja di seberang saya yang tertohok matanya dengan kehadiran saya. Dan dia bilang waktu itu saya cuma ngelirik ke dia. Lirikan ini kemudian berbuntut panjang. Sepanjang film india yang ceritanya sedih dan yang main Shah Rukh Khan. Dan berbulan-bulan setelah itu saya melihat perjuangannya dengan mata kepala saya. Tapi mata hati saya sengaja membutakan dirinya. Saya sendiri bukan tipe orang yang gampang falling in love. Dan waktu itu memang saya lagi pingin sendiri aja dulu. Saya menelan bulat-bulat rasa iba saya pada abang untuk semua perhatiannya yang sengaja saya balas dengan sesuatu yang selalu tidak ramah. Saya nggak mau menjatuhkan hati saya pada seseorang dengan alasan “kasihan”.
Saya menahan diri untuk bersabar menunggu perasaan itu datang pada waktu yang tepat


15 Feb 2013

Menuwir :D







Hello world! And hello again February 14th!
Wow! This is my day! 14 Februari ke-22  dalam hidup saya. Mostly,I have to thank God for everything in my life.

Terima kasih untuk sms tengah malam dari abang,persis seperti yang abang lakukan tahun lalu. Untuk telepon abang pagi-pagi yang saya sebut sebagai serangan fajar. Untuk teman-teman yang bela-belain kasih kejutan sore harinya pakai bawa-bawa cupcake spongebob 4 biji plus lilin 22 nya. Untuk ibu yang rela menerima 19 jahitan karena melahirkan saya dalam keadaan sungsang 22 tahun lalu,dan untuk semua sayang,cinta kasih,marah,tangisnya sepanjang ini pula. Untuk semua hati yang peduli kepada saya,untuk lengan-lengan hangat yang menemani saya,dan pasti untuk semua kebahagiaan yang pernah ada

This is a great feeeling! Ada di hari ulang tahunmu yang sudah kamu impikan bertahun-tahun sebelumnya. Lalu melihat sendiri apakah mimpi itu terwujud. Ya,saya pernah membayangkan hari ini. Jadi dewasa,lulus sekolah,meraih cita-cita saya saat itu. Keadaan mungkin tidak sama persis seperti waktu itu,tapi ada beberapa hal yang berubah jadi lebih baik. Dan semua hal patut disyukuri. Positif dan negatif. Apapun itu. Meskipun ngelakuinnya nggak segampang ini juga.
We can not choose where we come from,but we can choose where we go from there*
Saya berusaha untuk pergi ke arah positif. Jadi orang yang lebih baik dari sekarang. Better man.



(*)Quote dari film “The Perks of Being a Wallflower”

26 Des 2012

Dandelion Field In a Dream



Ketika kehidupan nyata sudah terlalu membuat saya merasa palsu untuk terus-menerus bersikap realistis,saya memutuskan pergi ke tempat ini. Favorit saya. Satu dari beberapa yang saya cita-citakan untuk saya kunjungi sebelum saya mati. Satu dari banyak mimpi-mimpi saya tentang tempat-tempat penuh damai dan menenangkan.

Bayangkan seperti ini : hari itu hari libur,dari bangun tidur selama sepanjang hari itu tidak akan ada bunyi handphone. Tidak ada cek e-mail,tidak ada mention twitter,tidak ada notification facebook,dan pasti tidak ada panggilan kerja dadakan di hari itu. Putus sementara dari dunia luar. Kita hanya akan berteman dengan ketenangan hari itu. Lalu jauh dari kemacetan jalan raya atau suasana perkotaan yang bising,ada sebuah padang rumput yang sangat-sangat-sangat luas. Ini bukan taman,so there will be no park bench here. Beberapa rumput masih basah ujungnya karena embun pagi,jadi kita bertelanjang kaki berjalan-jalan di padang rumput itu. Udaranya sejuk. Semakin meninggi sang matahari,warna yang ada tak lagi hanya hijau. Di beberapa tempat ada kumpulan ilalang setinggi pinggang yang menari-nari lemah-lembut mengikuti arah angin. Lalu ada banyak bunga liar warna-warni juga. Oh ya! Dan disana ada dandelion,berkoloni warna kuning dan putih. Bahkan hanya memandang kumpulan warna putihnya saja,saya merasa damai.

Sama seperti kemarin,ketika saya akhirnya menemukan dandelion itu. Seperti mimpi yang berubah jadi nyata. Saya bertanya-tanya kapan saya bisa menemukan bunga liar ini. Lalu saya menemukannya di tepi jalan setapak di Batu. Tidak jauh dari tempat saya berhenti di pinggir jalan untuk foto-foto di perjalanan pulang. Bahkan diantara rumput liar,ia tumbuh sendirian bersama beberapa dandelion kuning. Ia rawan sekali untuk terinjak di tempat seperti itu. Tapi ia terlihat begitu tough. I ever been like them. Those dandelions. Ketika mimpi saya meneruskan kuliah tertunda,saya harus rela melihat teman-teman se-angkatan saya sibuk mempersiapkan kuliah. Ketika mereka sibuk beradaptasi dengan lingkungan baru,saya sibuk kirim lamaran kesana-kemari. Bahkan di keadaan itu,saya sempat bersumpah dan beranda-andai di waktu yang sama. Andai saya bisa kuliah,saya rela menggadaikan kehidupan remaja ‘normal’ saya untuk segera mengenakan toga. Tapi tak pernah ada saat seperti itu. Mungkin belum datang kesempatan seperti itu. Lalu saya memupuk harapan lebih tinggi lagi,saya akan kuliah dengan hasil keringat saya sendiri. Ini akan terdengar jauh lebih baik ketimbang mereka yang bisa dikuliahakan orang tuanya,tapi sibuk update status susahnya kuliah.

Di tahun-tahun itu pula saya sibuk me-mati rasa-kan hati saya. Hidup dan segala susah payahnya hanya untuk saya tanggung sendiri,tak perlu membaginya dengan orang lain yang kemudian akan pergi juga. Pun begitu dengan kebahagiaan. Saya tak pernah percaya orang baik akan datang dan menemani saya. Sometimes you have to be your own hero. Lalu tahun-tahun berjalan,berlalu dengan banyak bocah laki-laki yang patah hati,dengan saya sendiri yang berakhir patah hati juga karena belum bisa kuliah.
Kembali ke dandelion. Saya pertama melihatnya hanya di gambar-gambar Tumblr. Lalu di wallpaper Samsung S III yang belakangan muncul dan nge-hit. Diam-diam saya sering googling dimana saya bisa lihat dandelion. Dan terang-terangan juga saya bertanya ke abang. Lalu perjalanan kali itu menuntun saya menemukan bunga impian saya. It is a dream come true! It really is! Menggenggamnya lalu terasa tenang,ya..I always wanna be like you. Ini yang selalu saya tunggu-tunggu juga! Meniup kelopak-kelopaknya. Konon,kelopak-kelopak yang juga bijinya yang terlepas ini akan terbang dan tumbuh di tempat ia hinggap sebagai bunga dandelion baru. Dengan kekuatan yang sama tegarnya. Dan meskipun ia tumbuh dimana kaki manusia bisa menginjaknya,tapi ia akan tetap seperti itu. Kuat dan cantik.

22 Des 2012

Catatan Kecil Berwarna Pink Untuk Ibu


Hari ini saya sama sekali nggak tahu tanggal berapa. Dan rutinitas pagi setelah tersadar  adalah ngeraba-ngeraba kasur sambil masih merem-merem nyari BB lalu baca update status BBM teman-teman di kontak. Kok pada rame pasang foto sama mamanya semua sih?. Detik-detik berikutnya,saya baru menyadari tanggal berapa ini. Oh..22 Desember sudah. Hari ini hari Ibu. Ada yang kurang pagi ini. Tidak ada suara Ibu ngebangunin saya sambil ngomel-ngomel seperti biasa. Hehehe.

25 Feb 2012

As Light As a Cloud




Sebagai seorang yang awalnya terlahir sebagai anak tunggal,saya merasa kesepian. Saya mendambakan hadirnya seorang saudara yang lebih tua untuk jadi tandem saya. Tapi saat usia saya delapan tahun,Tuhan mengirimkan seorang adik kepada saya. Oke,cukup meredam rasa kesepian saya. Mungkin karena awalnya saya lebih kepingin punya kakak daripada adik,lalu saya merindukan sosok ngemong itu datang pada hidup saya.

Ada banyak kakak sepupu yang cowok dan teman-teman cowok yang bisa dijadikan tandem,tapi rasanya bisa melewati batas privasi mereka sebagai makhluk yang juga butuh sosok perempuan (baca : pacar),jadinya nggak maksimal saya memanfaatkan fungsi mereka (jahat ya kata-katanya?hehehe). Saya selalu kalah sama pacar sepupu-sepupu saya,begitu juga dengan teman-teman..sungkan.
Lalu setahun belakangan saya merasa nemu sosok itu. Awalnya saya sama sekali nggak welcome dengan kehadirannya. Sayapun awalnya cuma menganggap sebagai kakak saja,karena dia pernah bilang ke saya kalau dia kehilangan adiknya. Pikir saya waktu itu,impas. Saya butuh kakak,dan dia juga mungkin kangen adiknya. Tapi lama-kelamaan,dari curhat-curhatan,dari tukar opini,minta pendapatnya,saya jadi nyambung dengan orang ini.

18 Feb 2012

Welcome To 20 Something



Nasi kuning tiap 14 Februari,kue yg aku buat untuk diriku sendiri,doa ayah-ibu,rasanya sudah lebih dari cukup. Andai tidak ada facebook callendar,mungkin teman-temanmu tak akan membanjiri inboxmu dengan ucapan selamat. Lalu,satu sms ajaib di tengah malam rasanya jadi moodbooster seharian itu.

Aku hanya ingin jadi seseorang yg lebih baik di tiap hariku. Memaknai tiap tahun yang sudah lewat dengan terus berusaha jadi lebih baik,mengurangi keburukan yang ada di dalam. 
Selalu dalam lindungan-Nya,tak pernah ada kesedihan,and I ask God to shower my life with happiness.

Tapi itu tidak adil,kesedihan,kesulitan,kegagalan yg Dia berikan untuk membuka mata,hati dan pikiranmu untuk melihat,berpikir,dan merasa lebih baik,maka happiness itu akan selalu ada di hidupmu.
Terima kasih untuk 21 tahun yang sudah terlewati,semoga Allah selalu meridhoi segalanya yang akan datang.
Amiiiin..