Tampilkan postingan dengan label bromo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bromo. Tampilkan semua postingan

18 Jan 2014

Penanjakan View Point,14 Januari 2014

@ariantifebi
Saya mengunjunginya lagi. Kali ini saya masuk melalui pintu yang berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya : Nongkojajar,Pasuruan. Saya bukan pendaki,dan Bromo adalah satu-satunya gunung yang pernah saya kunjungi. Meskipun begitu,saya juga merasakan perjuangan para pendaki untuk mencapai puncak,hanya dalam bentuk yang lebih mudah : mengalahkan ratusan anak tangga. Dan kemudian diganjar pemandangan indah dari puncaknya.

2 Mar 2013

Bromo : A Walk To Remember




Pernah jalan kaki dari penginapan di Cemoro Lawang sampai ke puncak Bromo? Saya pernah.
Ide liburan ke Bromo ini muncul tiba-tiba dan langsung disetujui oleh beberapa teman yang lagi sama-sama pingin liburan juga. Saya sendiri sudah pernah ke Bromo sebelumnya,tapi saya masih penasaran sama sunrise-nya. Dengan harapan di kesempatan ini saya bisa menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri,bukan hanya dari apa yang Google perlihatkan pada saya. Satu orang teman saya yang tadinya mau ikut tiba-tiba mengundurkan diri dengan alasan ada acara di hari yang sama,tapi menakut-nakuti saya dengan kemungkinan bahwa sunrise tidak akan terlihat jelas karena ini musim penghujan. Sebodo kodok! Kalau nggak bisa ikut ya nggak usah ikut aja,nggak pake bikin orang jadi males berangkat juga. Belum tentu minggu depan saya bisa liburan seperti ini.

Beranggotakan 7 orang,kami berangkat tanggal 23 Februari 2013 pulang kantor jam 16.30. Hasil dari googling beberapa hari sebelumnya,saya dapat nomor hape pemilik penginapan di Cemoro Lawang,Pak Semangat 085258122319. Kami langsung booking penginapan yang berisi 3 bed dan 1 kamar mandi dengan harga Rp.250.000,- .Kondisi kamar cukup bersih,sudah ada TV juga. Tapi sayang,karena sebelah kamar ada pompa air,waktu malam kami tidur sering kedengeran suara pompanya nyala.
Kami tiba di penginapan pukul 21.00,angin dingin khas gunung langsung menyapa kami yang baru keluar dari mobil. Dibandingkan dengan Surabaya,ini masih dibilang sejuk. Sambutan berikutnya adalah lantai penginapan. Yang ini baru dibilang dingin. Kalau bisa nggak napak lantai gitu maunya. Berikutnya lagi,air kamar mandi. Keluar dari kamar mandi langsung berubah jadi es balok   
Untungnya enggak. Hehehe.



keruntelan di penginapan :D

Angin malam yang dingin bikin kami buru-buru tarik selimut. Karena kami sudah sepakat besok pagi-pagi kami berangkat untuk liat sunrise. Kasih stabilo : jalan kaki. Bukan karena kami kere (padahal emang iya sih..) jadi nggak mau naik jeep ya,tapi karena 2 orang di geng saya yang ngotot nggak mau naik jeep meskipun yang lain naik. Ini nih yang agak merepotkan. Masak iya kita enak-enakan naik jeep ninggal 2 orang ini di belakang? Okelah,ikutan jalan kaki.

2 Sep 2012

Liburan Kilat

Awal minggu yg tak seperti biasanya. Dengan badan yg masih capek,kaki yg masih kaku tapi dipaksa untuk tetap berjalan,muka yg kadang senyum-senyum sendiri,dan kepala yg masih terbayang-bayang liburan kilat kemarin. Ini pertama kalinya saya melihat Edelweis secara live. Meskipun pernah baca novel Esti Kinasih yg judulnya “Cewek!!!”,saya hanya bisa membayangkan rupa bunga ini. Tidak juga Google yg membuat saya tergoda untuk memenuhi rasa penasaran saya. Lalu saya datang ke tempat ini,nah yg ini memang usaha saya untuk mewujudkan harapan saya sejak lama. Obsesi sekali untuk bisa kesini setelah berkali-kali rencana hanya tinggal rencana.