14 Apr 2012

Bali - Day 1



via
Bali. Minggu lalu saya diberi kesempatan untuk kembali menginjakkan kaki disana. Ini adalah kunjungan kedua saya,yg pertama pada enam tahun lalu. Kali ini dalam rangka tur kantor. Karena tur,dan isinya sebagian besar bapak-bapak dan ibu-ibu,liburan cuma jadi “ngikut ajaaah..”,dateng--masuk--foto-foto--ganti lokasi. Mana seruuu?
Yang ada akhirnya blok untuk keluarga dan anak-anak muda. Ya sudah,ini kamera saya akhirnya isinya ya cuma foto-foto saya sama teman-teman yang masih belum berkeluarga juga. Lebih enak gitu juga kali yaaa..hahahaha.

Berangkat tanggal 5 April jam 20.30,makan mlam pertama di rumah makan di sekitar Gempol,lalu dilanjutkan bobo-bobo cantik (mana bisa cantik,jarak kursi saya sama punggung kursi depan saya aja deket banget! Ini jaraknya yang deket apa kakinya yg panjang nggak tau deh,dengkul sampai sakit..) di dalem bus sampai besok paginya sempat macet lamaaaa juga (bener-bener lama samai pakai huruf a banyak) di Probolinggo dari subuh sampai hampir jam sepuluh pagi. Setelah perjalanan sepanjang Surabaya (Probolinggo hanya dilewati dengan duduk-duduk sambil lihat pemandangan di kanan kiri sampai ketiduran),kami dipersilahkan untuk bersih-bersih dan sarapan (yang agak telat juga jadinya) di rumah makan Utama yang memang sudah terkenal jadi tempat singgah bus-bus rute Jawa-Bali.

di kapal
muka-muka capek pakai banget
tetep eksis :p
Dhuhur kami baru sampai di Banyuwangi,lalu antri nyebrang di Ketapang sambil mengistirahatkan pantat yang sudah tepos dengan jalan-jalan di atas kapal. Sampai di Gilimanuk kurang lebih 1 jam kemudian. Ayam betutu adalah menu makan siang kami,dengan bumbu seperti ayam panggang tapi berwarna kuning,sambal bawang merah yang dicincang kasar,dan rasa super pedesssss di siang hari bikin kami jadi rakus pesen es teh! Perjalanan lanjut menuju rumah sementara kami selama di Bali. Kanan kiri jalanan arah ke Kuta dari Pelabuhan yang terletak di Kabupaten Negara ini masih asri,melewati hijaunya sawah,pepohonan,dan perumahan penduduk yang Bali banget.

Makan malam berikutnya kami habiskan di Agung Bali yang merupakan gift shop di lantai satu dan rumah makan di lantai dua. Bus hanya boleh berhenti di sini,karena dilarang untuk masuk jalanan Kuta. Jadi selanjutnya kami memasuki daerah Kuta menggunakan angkutan umum semacam Elf yang akan mengantar kami sampai ke depan hotel di Kuta. Ini adalah rekor baru untuk saya,perjalanan ke Bali yang menghabiskan waktu 24 jam.

Kami menginap di hotel yang berlokasi di Kuta dengan inisial AP. Karena ini tur kantor,saya nggak tahu rincian biaya untuk akomodasi dan penginapan kami. Melihat fakta bahwa kita sedang ada di Kuta,harusnya harga hotel cukup merogoh kocek,tapi kalau lihat dari akses masuk ke hotel yg harus melewati gang sempit yg hanya cukup untuk dilewati satu mobil ini,saya jadi sangsi. Belum lagi fasilitas hotel yang kurang memadai.

Baru masuk hotelnya,saya sudah merasa “lain”,lampunya juga remang-remang,nah ini yang paliiing nyebelin! Rasanya sudah capek,badan sudah lengket bau atmosfer bus,muka kucel,rambut gatel-gatel,pengennya keramas lalu tidur! Hell nooo!!! Air kamar mandi mati waktu mau dipakai,dan ini terjadi di beberapa kamar. Ada yang sudah pake sabun tapi nggak bisa bilas malah! Duh..untung tadi masih antri sama temen sekamar saya. Nggak butuh waktu lama untuk meneriakkan ketidak-adilan dan penindasan yang ada,recent update BBM lalu ramai dengan status-status baru yang isinya senasib dengan penderitaan saya. Terpaksa ngungsi mandi di kamar teman saya yang airnya lancar jaya karena langsung dibawah tandon dan pas penghuninya sudah berangkat jalan-jalan ke Kutabex. 


susana hotel yg agak gimanaaa gitu..
Struggling dilanjutkan keesokan harinya,setelah semalam baru tidur jam 01.30 WITA karena sempat rapat darurat antara bos dengan semua korlap (termasuk saya) dan tour leader,saya harus sekuat tenaga melepaskan diri  dari kasur yang berubah jadi posesif,lalu mandi pagi-pagi dan sholat subuh supaya kebagian air dingin. Semalam betul-betul sial,air baru nyala setelah kami selesai mandi,itupun air panas! Saya musti ngisi bathub yang saya sumpet sebelumnya dengan air panas ini dan membiarkannya dingin untuk jaga-jaga kebelet pipis pas tengah malam.  

Esok harinya,menjelang maghrib kami benar-benar angkat kaki dari hotel ini. Menunggu Elf datang sambil nyangkruk depan Kutabex nonton street dance dan DJ yg mengiringi dancernya. Tapi kami lebih mirip orang-orang yang diusir keluar hotel karena nunggak bayar seminggu. 

Setelah Elf datang dan mengantar kami ke parkiran dimana bus beristirahat dari keramaian Kuta. Ini yang agak mendebarkan,pas mau turun dari Elf yang saya tumpangi dan teman-teman,si supir ngotot mau turunin kami sekitar 10m dari bus,kan nanggung banget! Sempat terjadi percakapan alot dengan supir Elf tadi,akhirnya kami kalah..supir tetap bersikeras menurunkan kami agak jauh dari bus,nggak tahu kenapa bisa begitu.
Setelah semua anggota naik,kami makan alam dulu. Duh,sampai lupa makan dimana,saya sudah terlalu capek untuk hari ini. Makan tinggal ambil-kunyah-telan. Lanjut cek in ke hotel yang fasilitasnya lebih lebih baik timbang hotel sebelumnya,rasanya seperti habis dilempar ke neraka lalu saya dibersihkan dosa-dosa saya dan diangkat ke surga. Lebay. Iya biarin. Karena di Benoa,daerahnya tidak seramai Kuta. Sisa hari hanya dilewati dengan acara bebas. Tapi ada kesalahan lagi yang mengikuti. Saya salah kamar,saya ada di kamar dg kigsize bed,harusnya saya ada di kamar yang tipenya twin bed + extra bed  *bener-bener capek. Jadinya saya tidur paling telat lagi karena harus pindahan dan nunggu extra bed datang dan segala keperluan kamar yang ditambahkan untuk satu orang lagi.
Oh please..end up this pain. *off to bed