2 Sep 2012

Liburan Kilat

Awal minggu yg tak seperti biasanya. Dengan badan yg masih capek,kaki yg masih kaku tapi dipaksa untuk tetap berjalan,muka yg kadang senyum-senyum sendiri,dan kepala yg masih terbayang-bayang liburan kilat kemarin. Ini pertama kalinya saya melihat Edelweis secara live. Meskipun pernah baca novel Esti Kinasih yg judulnya “Cewek!!!”,saya hanya bisa membayangkan rupa bunga ini. Tidak juga Google yg membuat saya tergoda untuk memenuhi rasa penasaran saya. Lalu saya datang ke tempat ini,nah yg ini memang usaha saya untuk mewujudkan harapan saya sejak lama. Obsesi sekali untuk bisa kesini setelah berkali-kali rencana hanya tinggal rencana.


Bromo. One of the best place to see the sunrise,katanya. Saya datang kesini bukan untuk menikmati sunrise-nya,saya awalnya hanya tertarik untuk megunjungi padang savanna-nya,Bukit Teletubbies. Setelah seminggu yang lalu saya gagal kesini untuk membuktikan sendiri "katanya" tadi,karena kehabisan penginapan,tanggal 2 September kemarin saya nekat berangkat hanya berdua dengan si abang dan ditemani motor laki yg sempat mogok di tengah jalan,karena teman-teman yang lain susah banget diajak. 

Saya masuk melalui pos Ngadas dari arah Malang,melewati obyek wisata air terjun Coban Pelangi,hanya perlu membayar Rp.6000 per orang. Sambil sesekali ngeksis di pinggir jalan yg punya background bagus juga :p. Sepanjang jalan papasan dengan Hardtop yg ditumpangi para pendaki yg turun dari Semeru (keliatan dekil banget ketutupan debu soalnya,makanya tau..hehehe..). Melewati jalanan yg sudah beraspal dan berliku-liku dengan pemandangan terlihat di kiri jalan hanya sawah terasering yg siap ditanami. 
Ekspektasi tak selalu sejalan dg realitas. Letusan terakhir sudah terlalu cukup untuk mematikan rerumputan hijaunya bukit-bukit ini lalu menutupinya dg abu dan pasir.. L. Tapi masih worth it dengan perjalanan kemari. Masih banyak bukit yg hijau,hanya rumput-rumput yg sudah mengering. Saya sering memimpikan tempat seperti ini,padang rumput hijau yg sangat lapang,matahari yg nggak begitu terik,dan berhawa sejuk. Karena jarak Bukit Teletubbies ke Bromo tinggal selangkah lagi,sekalian kami lanjutkan perjalanan.
Hampir atau mungkin sudah lebih dari setengah jam struggling di lautan pasir,dikibaskan kesana kemari (buntut sapi?),saya jadi capek juga..padahal tinggal diam sambil menikmati perjalanan (mana bisa menikmatiii?!). Lalu kami sampai di parkiran untuk menuju Puncak Bromo. Bahagia dunia akhirat rasanya nemu toilet di tempat yg isinya cuma pasir begini T_T *lebay

Baru keluar parkiran,saya sudah disambut mas-mas yg nuntun kudanya sambil menawarkan ke saya (ehem! Berasa putri keraton naik kuda kuda segala! Hahaha ),setelah terjadi tawar-menawar yg nggak begitu sadis dg si mas,saya lalu diantar si kuda yg tadinya jerit-jerit nggak mau jalan karena saya yg naikin! :p. Yaaah.. Mumpung lagi di Bromo,kapan lagi bisa naik kuda. Naik kuda seperti ini bisa PP,bisa setengah jalan waktu naik atau turun aja lho. Kalau saya cuma naiknya aja pakai kuda,turunnya saya jalan kaki sambil foto-foto lagi :D
Jarang olahraga-bahkan nyaris nggak pernah,pegangan tangga yg tinggal rangkany`,dan anak-anak tangga yg sdh terkubur pasir betul-betul menyulitkan karir saya sebagai pendaki amatir. Tapi napas senin-kamis nggak menghentikan saya untuk mengalahkan medan ini. Lalu inilah dia..yg sudah membuat saya penasaran setengah lapar untuk melihat pemandangan ini..
Subhanallah..

Semua rintangan,usaha saya untuk mengalahkannya,lalu mencapai puncak ini terbayar sudah. Saya bisa melihat hampir sebagian besar lautan pasir Bromo,Gunung Batok,Pura,beberapa pusaran angin kecil yg berlarian di kaki Bromo,juga kawah aktifnya yg masih terdapat sisa-sisa upacara Kasodo bulan Agustus lalu. Tapi,saya juga merasa keciiil,tidak ada daya untuk menyaingi-Nya,sekalipun ini puncak,tapi langit masih begitu jauh untuk diraih. Setelah cukup puas untuk menikmati view seperti ini,kami turun kembali lewat anak-anak tangga yg sama. Oh iya,jangan lupa pakai masker ya,karena makan pasir itu nggak enak!. Mampir sebentar di Pura,sekalian jalan pulang karena kabut sudah mulai turun sore itu.
Pulang dg perasaan sedikit enteng dg otak yg sudah ter-refresh untuk bekal hari Senin selanjutnya :p
Saya masih tetap penasaran dg sunrise-nya,next time Bromo! With another story to write down here.


pintu masuk


bukit teletubbies yg terlihat dari kejauhan
pengen terbang.. :p


secuil keindahan yg terselip diantara rumput-rumput
diantara Cemorolawang dan Panajakan
koboi cap ikan teri
selepas dari puncak Bromo
tetep eksis meskipun terengah-engah :D
in the middle of nowhere

depan Pura Luhur Poten

oleh-oleh
ups!
bukit teletubbies