22 Des 2012

Catatan Kecil Berwarna Pink Untuk Ibu


Hari ini saya sama sekali nggak tahu tanggal berapa. Dan rutinitas pagi setelah tersadar  adalah ngeraba-ngeraba kasur sambil masih merem-merem nyari BB lalu baca update status BBM teman-teman di kontak. Kok pada rame pasang foto sama mamanya semua sih?. Detik-detik berikutnya,saya baru menyadari tanggal berapa ini. Oh..22 Desember sudah. Hari ini hari Ibu. Ada yang kurang pagi ini. Tidak ada suara Ibu ngebangunin saya sambil ngomel-ngomel seperti biasa. Hehehe.


Masih dengan mata yang males melek,saya kemudian mengingat-ingat apa saja yang Ibu sudah lakukan pada saya 21 tahun belakangan ini. Saya pernah baca,bahwa tubuh manusia hanya mampu menahan sampai 45 del (unit) rasa sakit,tetapi ketika seorang Ibu melahirkan,ia merasakan sampai 57 del rasa sakit. Ini sama dengan merasakan 20 tulang yang patah pada saat yang bersamaan. Bisa dibayangkan bagaimana cinta dan perjuangan Ibumu kan? Lebih-lebih lagi saya yang terlahir sungsang,dan berakhir dengan 19 jahitan yang Ibu dapat. Seiring bertambah besarnya saya,sakit hati dan kekecewaan Ibu pada saya juga datang. Ditambah dengan keburukan sikap saya sebagai seorang remaja yang masih labil. Sering melakukan hal-hal diluar keinginannya. Pergi ke suatu tempat tanpa minta ijin dari Ibu,yang ini bahkan pernah saya lakukan beberapa bulan lali,hihihi. Bahkan hanya dengan kata-kata saya yang saya ucap dibawah kendali emosi bisa melukai hati Ibu. But I never want to be a shit daughter for her. Saya juga nggak akan pernah meminta ibu yang lain untuk saya. Beliau satu-satunya yang saya punya,yang terbaik,yang pernah ada. Saya nggak begitu hebat mengekspresikan sayang dan cinta saya pada Ibu. Tapi saya selalu menyayanginya di tiap hari,di tiap emosi yang menggelayuti hati saya,di tiap kepanikan yang datang saya hanya mengingat namanya,di tiap air mata patah hati,di semua keadaan ketika hanya nomor hapenya yang bisa saya telpon. Setiap hari. Selalu. Selamanya.